Sebagian besar, tank yang berasal dari rusia atau dahulu dikenal uni soviet, tidak cocok untuk kondisi di Indonesia. Kondisi Indonesia yang tidak beraturan, seperti pegunungan, lalu sungai, dan bebatuan. Sedangkan tank rancangan uni soviet yang ceper alias pendek, sudut laras senjata yang sempit membuat hanya cocok untuk dataran yang panjang. Oleh karena itu, para pendahulu pahlawan bangsa cukup kesulitan memilih tank dari uni soviet. Seperti menolak tank T-72, tapi menerima tank amfibi.